Trump Tendang Afrika Selatan dari G20, Ganti Posisinya dengan Polandia
Trump pada bulan lalu menyampaikan sejumlah alasan yang membuat hubungan kedua negara berada pada titik terendah. Dia mengulangi tuduhan kontroversial bahwa Afrika Selatan melakukan praktik genosida terhadap warga kulit putih atau Afrikaner. Klaim tersebut berulang kali dibantah keras oleh Afrika Selatan dan para pakar HAM internasional.
Para ahli menegaskan tidak ada bukti mendukung tuduhan genosida tersebut. Namun Trump terus menggunakan narasi itu untuk menekan Afrika Selatan, termasuk saat menerima Presiden Cyril Ramaphosa di Gedung Putih beberapa waktu lalu.
“Pemerintah Afrika Selatan menolak untuk mengakui atau menangani pelanggaran HAM yang mengerikan, dialami oleh warga Afrikaner, dan keturunan pemukim Belanda, Prancis, dan Jerman,” kata Trump.
Selain itu Trump juga menyinggung penolakan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa untuk menyerahkan palu sidang KTT G20 kepada perwakilan misi diplomatik di Johannesburg. Pemerintahan Ramaphosa menolak menyerahkan palu sidang di KTT kepada pejabat di tingkat kedutaan besar karena sama saja sebagai bentuk penghinaan terhadap negaranya. Palu sidang diserahkan di tempat lain secara tertutup.
Editor: Anton Suhartono