Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Persilakan Negara Lain Ambil Minyak di Selat Hormuz: Iran Sudah Lemah!
Advertisement . Scroll to see content

Trump: Tak Perlu Kesepakatan dengan Iran untuk Akhiri Perang!

Rabu, 01 April 2026 - 13:22:00 WIB
Trump: Tak Perlu Kesepakatan dengan Iran untuk Akhiri Perang!
Donald Trump menegaskan, perang melawan Iran tidak membutuhkan perundingan untuk bisa dihentikan (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, perang melawan Iran tidak membutuhkan perundingan untuk bisa dihentikan. 

Menurut dia, operasi militer bisa berakhir begitu saja setelah tujuan utama tercapai, tanpa harus ada kesepakatan formal dengan Teheran.

Trump bahkan menyatakan Iran tidak perlu membuat kesepakatan apa pun dengan AS untuk mengakhiri konflik. Ia menegaskan, selama target militer Washington sudah tercapai, termasuk melumpuhkan kemampuan nuklir dan militer Iran, AS akan menarik diri secara sepihak.

“Mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya. Jika kami merasa mereka sudah terpuruk dan tidak mampu membuat senjata nuklir, maka kami akan pergi, terlepas dari ada kesepakatan atau tidak,” ujar Trump, kepada wartawan, dikutip dari Sputnik, Rabu (1/4/2026).

Pernyataan keras ini disampaikan di tengah klaim Trump bahwa perang melawan Iran kemungkinan akan segera berakhir dalam waktu dekat. Ia menyebut operasi militer saat ini hanya tinggal menyelesaikan “tugas akhir”.

“Kita sedang menyelesaikan tugas ini. Dan saya kira mungkin dalam 2 pekan, mungkin beberapa hari lebih lama,” ujarnya.

Adapun “tugas” yang dimaksud mencakup penghancuran berbagai aset strategis Iran, mulai dari program nuklir, sistem rudal, hingga kekuatan angkatan lautnya. Operasi ini dilakukan bersama sekutu utama AS, Israel.

Meski membuka kemungkinan adanya kesepakatan di menit-menit akhir, Trump menegaskan hal itu bukan syarat utama untuk mengakhiri perang. Dia menyebut kesepakatan hanya mungkin terjadi jika situasi mencapai titik kritis.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut