Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia
Trump juga menuduh pemerintah China membayar sejumlah jurnalis AS yang kerap memberitakan dirinya secara negatif agar terus melakukan hal yang sama.
"Seperti dinyatakan dalam salah satu penilaian, kami menilai bahwa musuh-musuh Amerika Serikat, termasuk setidaknya Rusia, China, Iran, Korea Utara, serta aktor-aktor non-negara, memiliki kemampuan untuk membahayakan infrastruktur pemilu AS," ujarnya.
Selain itu, Trump mengeklaim ratusan juta data pemilih AS berada di tangan pemerintah asing. Dia juga menyebut masih ratusan ribu warga asing bahkan orang meninggal dunia tercantum dalam daftar pemilih tetap.
Menurut Trump, fakta-fakta tersebut menunjukkan sistem pemilu AS "sangat rusak dan rentan", sehingga tidak boleh dipertahankan tanpa reformasi menyeluruh.
"Menteri Keamanan Dalam Negeri (Markwayne Mullin) akan memberikan pengarahan untuk menjelaskan tugas departemennya baru-baru ini, mengonfirmasi kerentanan siber dalam sistem pemungutan suara elektronik kita, kerentanan tersebut buruk," tuturnya.
Editor: Anton Suhartono