Trump Paksa Universitas Harvard Pangkas Mahasiswa Asing Jadi 15%
Pemerintahan Trump menuduh Harvard tak mau bekerja sama karena menolak untuk menghentikan program keberagaman, kesetaraan, inklusi, yang bertentangan dengan nilai-nilai konservatif sebagaimana dianut pemerintahan Trump. Selain itu Trump menuduh Harvard mempraktikkan sikap antisemit dengan membiarkan demonstrasi pro-Palestina.
Sejauh ini belum ada komentar dari Harvard mengenai desakan Trump soal pembatasan mahasiswa asing tersebut.
Data resmi kampus mengungkap, Harvard saat ini menampung sekitar 6.800 mahasiswa internasional atau 27 persen dari total, naik dibandingkan sekitar 20 persen pada 2006.
Secara total saat ini ada 10.000 populasi asing di Harvard, termasuk mahasiswa, peneliti, atau pihak lain yang datang untuk program non-gelar atas tanggungan masing-masing.
Mahasiswa asing merupakan sumber pendapatan utama bagi universitas-universitas AS termasuk Harvard karena sebagian besar membayar biaya kuliah secara penuh. Namun Harvard juga menawarkan bantuan keuangan bagi mahasiswa internasional.