Trump Murka "Dikerjai" China gegara Magnet, Ancam Tarif 200%
"Oleh karena itu, kita tidak diberi (magnet), tapi kita memiliki hal yang jauh lebih kuat, yaitu tarif. Jika kita mengenakan tarif 100, 200 persen, kita tidak akan berbisnis dengan China," ujarnya.
Trump mengatakan AS telah merebut sebagian pengaruh atas China. Namun dia mengakui AS masih bergantung dari China.
AS memiliiki kartu lebih besar dan lebih baik dari China, seraya menekankan hubungan pribadi yang baik dengan Beijing.
"Saya kira kita memiliki hubungan yang hebat. Pada suatu saat, mungkin tahun ini atau segera setelahnya, kita akan berangkat ke China, dan saya kira kita akan melihat pemandangan luar biasa. Ini negara yang hebat," ujarnya.
China pada April lalu membatasi ekspor magnet ke AS, bahan yang digunakan dalam teknologi canggih, termasuk turbin angin, mobil listrik, serta pemindai MRI. Setiap perusahaan yang mengimpornya wajib untuk mendapatkan lisensi.
Kebijakan tersebut merupakan pembalasan atas pemberlakuan tarif masuk produk China oleh Trump. Setelah itu AS melonggarkan tarif kembali ke perjanjian awal kedua negara.
Editor: Anton Suhartono