Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
MoU itu memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari lagi guna memberikan kesempatan bagi AS dan Iran untuk merundingkan penghentian konflik secara permanen. Gencatan senjata pertama antara kedua negara mulai berlaku pada 7 April waktu AS atau 8 April waktu Iran.
Para pemimpin negara-negara G7 menyambut baik tercapainya kesepakatan tersebut dalam pertemuan yang berlangsung di Kota Evian-les-Bains, Prancis. Mereka berharap langkah itu dapat membuka jalan menuju stabilitas yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, para pemimpin G7 juga mendesak segera diterapkannya gencatan senjata di Lebanon. Seruan tersebut sejalan dengan isi MoU yang meminta penghentian permusuhan antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Meski demikian, situasi di Lebanon masih jauh dari kondusif. Pertempuran memang mereda sejak kesepakatan gencatan senjata pada April, namun tidak berhenti sepenuhnya. Israel bahkan menegaskan tidak menjadi bagian dari kesepakatan tersebut sehingga tetap melanjutkan operasi militernya di Lebanon.
Media pemerintah Lebanon melaporkan, Israel melancarkan serangan udara dan tembakan artileri ke sejumlah kota di wilayah selatan Lebanon sepanjang Rabu (17/6/2026). Sementara itu, sumber keamanan Lebanon menyebut Hizbullah juga melancarkan dua serangan drone terhadap pasukan Israel.
Di Kota Nabatieh, kawasan di sekitar kastil abad pertengahan yang dikuasai pasukan Zionis mengalami kerusakan parah. Banyak bangunan hancur menjadi puing-puing, menciptakan pemandangan yang disebut menyerupai kondisi di Jalur Gaza.
Editor: Anton Suhartono