Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istana Kepresidenan Slovenia Kibarkan Bendera Palestina, Singgung Genosida Gaza
Advertisement . Scroll to see content

Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini

Minggu, 07 Juni 2026 - 07:24:00 WIB
Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini
Donald Trump mengeklaim Israel tidak akan bertahan hingga saat ini tanpa peran yang dimainkannya selama menjabat sebagai presiden (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim Israel tidak akan bertahan hingga saat ini tanpa peran yang dimainkannya selama menjabat sebagai presiden. Bahkan, Trump menyebut negara Yahudi itu bisa saja sudah musnah dan menjadi target pertama serangan senjata nuklir Iran jika bukan karena dirinya.

"Jika bukan karena saya, tidak akan ada Israel saat ini," kata Trump, dalam wawancara dengan Pod Force One, belum lama ini.

Trump mengatakan ancaman terhadap Israel masih sangat besar. Menurut dia, Israel berpotensi menjadi negara pertama yang terkena serangan apabila Iran menggunakan senjata nuklirnya.

"Sekarang ini berkaitan dengan Israel, karena mereka mungkin akan menjadi yang pertama terkena serangan, tidak akan ada Israel," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat mengomentari hubungan dan komunikasinya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Di tengah laporan yang menyebut dirinya memarahi Netanyahu dalam percakapan telepon pada Senin (1/6/2026), Trump mengaku merasa terganggu dengan sikap pemimpin Israel itu yang terus berselisih dengan Lebanon.

"Saya sedikit terganggu dengan sikapnya yang terus-menerus berselisih dengan Lebanon," kata Trump.

Meski demikian, Trump menegaskan hubungan pribadinya dengan Netanyahu tetap sangat baik. Dia bahkan menyebut keduanya telah bekerja sama secara efektif dalam berbagai persoalan yang menyangkut keamanan dan stabilitas kawasan.

Trump juga menganggap dirinya dan Netanyahu memiliki kesamaan karena sama-sama memimpin negara masing-masing pada masa konflik. Menurut dia, posisi sebagai pemimpin di masa perang membuat keduanya memegang peran penting dalam dinamika global saat ini.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut