Trump Incar Pangkalan Bagram Afghanistan untuk Awasi China, Ini Komentar Beijing
Pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban menegaskan akan menolak kehadiran pasukan AS di negaranya kembali.
"Afghanistan dan Amerika Serikat perlu berinteraksi satu sama lain tanpa mempertahankan kehadiran militer di wilayah mana pun di Afghanistan," kata Zakir Jalal, seorang pejabat Kemlu Afghanistan, di media sosial X.
Dia menambahkan, kedua negara lebih baik menjalin hubungan ekonomi dan politik atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama, bukan militer.
Pangkalan Baram dibangun oleh militer Uni Soviet selama invasi ke Afghanistan pada 1990-an itu menjadi basis pasukan AS sebelum angkat kaki dari negara itu pada Agustus 2021. Sejak itu pangkalan berada di bawah kendali pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban yang menggulingkan presiden boneka AS.
"Kita sedang berusaha untuk mendapatkannya kembali. Kita ingin pangkalan itu kembali," kata Trump, dalam konferensi pers bersama PM Inggris Keir Starmer.
Militer AS tak memiliki misi apa pun di Afghanistan setelah terbunuhnya Osama bin Laden di Pakistan. Osama dituduh sebagai aktor serangan 11 September 2001 di Pakistan.
Namun pangkalan itu strategis karena lokasinya berada di dekat China.
Editor: Anton Suhartono