Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokumen Ungkap Penyebab Kematian Predator Seks Jeffrey Epstein Bukan Bunuh Diri, Dibunuh?
Advertisement . Scroll to see content

Trump Hina Somalia Negara Sampah, Menlu Ali Omar: Keliru, Penghinaan!

Kamis, 04 Desember 2025 - 14:59:00 WIB
Trump Hina Somalia Negara Sampah, Menlu Ali Omar: Keliru, Penghinaan!
Ali Omar mengecam komentar Trump yang menyebut Somalia negara sampah (Foto: Anadolu)
Advertisement . Scroll to see content

MOGADISHU, iNews.id - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Somalia sebagai negara sampah memicu kemarahan pemerintah dan rakyat Somalia. 

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Somalia menilai hinaan itu tidak hanya keliru, tetapi juga serangan terhadap martabat seluruh warga Somalia.

Pernyataan kontroversial Trump disampaikan dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Selasa (2/12/2025). Dia menegaskan tidak menginginkan imigran Somalia berada di AS dan secara blak-blakan menyebut mereka “sampah” yang tidak memberi kontribusi bagi negaranya. 

Trump juga mengklaim Somalia adalah negara “yang busuk karena suatu alasan”, bahkan berjanji memulangkan warga Somalia dari AS.

Menlu Somalia: Narasi Trump Keliru dan Menghina

Menteri Luar Negeri Somalia Ali Omar Balad mengecam keras komentar Trump. Menurut dia, Trump sengaja menjadikan Somalia kambing hitam untuk menutupi kegagalannya sendiri di dalam negeri.

“Narasi ini tidak hanya salah, tapi juga penghinaan terhadap ketahanan dan pengorbanan kita,” tegas Ali Omar. 

Dia menyerukan seluruh warga Somalia, baik di dalam negeri maupun diaspora, untuk bersatu membela kehormatan negara. Somalia, kata dia, harus menunjukkan bahwa tidak akan tunduk kepada siapa pun.

Perdana Menteri: Anggap Angin Lalu

Perdana Menteri Somalia Hamza Abdi Barre juga menanggapi pernyataan Trump, meski memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. 

Dia mengatakan Trump memang dikenal kerap mengeluarkan komentar negatif terhadap banyak negara.

Meski mencoba meredam, Barre tetap menegaskan bahwa Somalia tidak pantas menerima penghinaan seperti itu dan menolak keras pelecehan terhadap rakyatnya.

Imigran Somalia Jadi Sasaran Politik Trump

Warga Somalia telah menetap di AS sejak 1990-an, terutama sebagai pengungsi akibat konflik di tanah air mereka. Komunitas terbesar berada di Minnesota, negara bagian yang beberapa kali diserang Trump secara politik. Dalam beberapa kesempatan, Trump menuding Minnesota sebagai pusat aktivitas pencucian uang ilegal dan mengancam akan “membersihkan” negara bagian itu dari imigran Somalia.

Pernyataan terbaru Trump kembali memperburuk ketegangan, baik antara kedua negara maupun di dalam komunitas diaspora Somalia di AS.

Pemerintah Somalia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi penghinaan terhadap negara dan rakyatnya, sekaligus menyerukan solidaritas nasional untuk menghadapi tekanan eksternal tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut