Trump Hina Somalia Negara Sampah, Menlu Ali Omar: Keliru, Penghinaan!
MOGADISHU, iNews.id - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Somalia sebagai negara sampah memicu kemarahan pemerintah dan rakyat Somalia.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Somalia menilai hinaan itu tidak hanya keliru, tetapi juga serangan terhadap martabat seluruh warga Somalia.
Pernyataan kontroversial Trump disampaikan dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Selasa (2/12/2025). Dia menegaskan tidak menginginkan imigran Somalia berada di AS dan secara blak-blakan menyebut mereka “sampah” yang tidak memberi kontribusi bagi negaranya.
Trump juga mengklaim Somalia adalah negara “yang busuk karena suatu alasan”, bahkan berjanji memulangkan warga Somalia dari AS.
Bantah Trump, Politisi Muslimah AS Ilhan Omar Beberkan Data Imigran Somalia Bukan Beban AS
Menlu Somalia: Narasi Trump Keliru dan Menghina
Menteri Luar Negeri Somalia Ali Omar Balad mengecam keras komentar Trump. Menurut dia, Trump sengaja menjadikan Somalia kambing hitam untuk menutupi kegagalannya sendiri di dalam negeri.
Trump Usir Imigran Somalia dari Amerika, Sebut Tak Berguna
“Narasi ini tidak hanya salah, tapi juga penghinaan terhadap ketahanan dan pengorbanan kita,” tegas Ali Omar.
Dia menyerukan seluruh warga Somalia, baik di dalam negeri maupun diaspora, untuk bersatu membela kehormatan negara. Somalia, kata dia, harus menunjukkan bahwa tidak akan tunduk kepada siapa pun.
Perdana Menteri: Anggap Angin Lalu
Perdana Menteri Somalia Hamza Abdi Barre juga menanggapi pernyataan Trump, meski memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.
Dia mengatakan Trump memang dikenal kerap mengeluarkan komentar negatif terhadap banyak negara.
Meski mencoba meredam, Barre tetap menegaskan bahwa Somalia tidak pantas menerima penghinaan seperti itu dan menolak keras pelecehan terhadap rakyatnya.
Imigran Somalia Jadi Sasaran Politik Trump
Warga Somalia telah menetap di AS sejak 1990-an, terutama sebagai pengungsi akibat konflik di tanah air mereka. Komunitas terbesar berada di Minnesota, negara bagian yang beberapa kali diserang Trump secara politik. Dalam beberapa kesempatan, Trump menuding Minnesota sebagai pusat aktivitas pencucian uang ilegal dan mengancam akan “membersihkan” negara bagian itu dari imigran Somalia.
Pernyataan terbaru Trump kembali memperburuk ketegangan, baik antara kedua negara maupun di dalam komunitas diaspora Somalia di AS.
Pemerintah Somalia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi penghinaan terhadap negara dan rakyatnya, sekaligus menyerukan solidaritas nasional untuk menghadapi tekanan eksternal tersebut.
Editor: Anton Suhartono