Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Uni Emirat Arab Bantah Serang Iran: Kami Negara Berdaulat!
Advertisement . Scroll to see content

Trump Habis Kesabaran, Menlu Iran: AS Tak Serius Negosiasi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:00:00 WIB
Trump Habis Kesabaran, Menlu Iran: AS Tak Serius Negosiasi
Iran menegaskan telah kehilangan kepercayaan kepada AS untuk bernegosiasi (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELH, iNews.id - Iran menegaskan sikapnya telah kehilangan kepercayaan kepada Amerika Serikat (AS) untuk bernegosiasi. Perundingan damai baru bisa dilanjutkan jika AS benar-benar serius melakukannya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan, AS menyampaikan berbagai pernyataan kontradiktif. Hal tersebut menimbulkan keraguan di pihak Iran mengenai niat AS sebenarnya. Dia juga menepis upaya yang dilakukan Pakistan untuk memediasi konflik Iran-AS gagal, melainkan menghadapi kesulitan akibat sikap Washington.

AS dan Israel mempersingkat dua putaran perundingan sebelumnya dalam setahun terakhir dengan melancarkan serangan terhadap Iran. Israel menyerang Iran pada Juni 2025 di tengah perundingan membahas program nuklir dengan AS. Kemudian pada 22 Juni, AS ikut menyerang Iran, berdampak pada putusnya perundingan.

Araghchi menegaskan Iran telah berusaha untuk mempertahankan gencatan senjata guna memberi kesempatan bagi penyelesaian secara diplomasi, namun di sisi lain siap untuk kembali berperang.

Saat ditanya apakah Iran akan menerima China untuk menjadi mediator konflik dengan AS, Araghchi menegaskan negaranya menghargai upaya dari negara mana pun yang bisa membantu.

“Kami memiliki hubungan sangat baik dengan China. Kita adalah mitra strategis dan kami tahu bahwa China memiliki niat baik. Jadi, apa pun yang bisa mereka lakukan untuk membantu diplomasi akan disambut baik,” katanya. 

Araghchi berharap dengan kemajuan negosiasi nantinya, Iran akan mencapai kesimpulan yang baik sehingga Selat Hormuz bisa sepenuhnya dibuka.

"Kami dapat mempercepat normalisasi lalu lintas melalui selat tersebut," ujarnya.

Pernyataan Araghchi itu disampaikan beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan kesabarannya terhadap Iran mulai habis.

"Saya tidak bisa lebih sabar lagi. Mereka (Iran) harus membuat kesepakatan," kata Trump, dalam wawancara dengan Fox News. 

Usai bertemu Presiden China Xi Jinping, Trump menyampaikan bahwa China setuju untuk mendesak Iran membuka kembali Selat Hormuz. China juga dilaporkan setuju bahwa Iran tak boleh memiliki senjata nuklir.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut