Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Jeffrey Epstein, Pengusaha AS Pelaku Kejahatan Seks yang Bikin Heboh Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Trump Desak Iran Sepakati Perjanjian Nuklir atau Hadapi Serangan Lebih Dahsyat

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:01:00 WIB
Trump Desak Iran Sepakati Perjanjian Nuklir atau Hadapi Serangan Lebih Dahsyat
Donald Trump mendesak Iran membuat kesepakatan senjata nuklir atau menghadapi serangan lebih dahsyat dibandingkan sebelumnya (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran membuat kesepakatan tentang senjata nuklir atau menghadapi serangan AS yang lebih dahsyat dibandingkan pada Juni 2025.

Dalam pernyataan di media sosial Truth Social, Trump menegaskan Iran harus mau duduk di meja perundingan.

"Semoga Iran segera 'duduk di meja
perundingan' dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata -Tanpa senjata nuklir- kesepakatan yang baik untuk semua pihak," tulis Trump, dikutip Kamis (29/1/2026).

Dia menambahkan, waktu yang diberikan kepada Iran hampir habis untuk membuat keputusan.

Armada tempur dalam jumlah besar, lanjut Trump, sedang menuju Iran. Armada yang penuh dengan kekuatan tersebut bergerak cepat.

Ancaman Trump itu disampaikan tak lama setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya tidak akan memulai kembali negosiasi dengan AS selama masih diancam dengan serangan.

Araghchi menegaskan, Iran belum berniat untuk memulai kembali negosiasi selama ancaman serangan tersebut masih ada.

“Tidak ada kontak antara saya dan (utusan Trump Steve) Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan tidak ada permintaan untuk negosiasi yang diajukan dari kami,” kata Araghchi, kepada media pemerintah.

“Sikap kami jelas: Negosiasi tidak berjalan seiring dengan ancaman, dan pembicaraan hanya bisa dilakukan ketika tidak ada lagi ancaman dan tuntutan yang berlebihan,” ujarnya, menegaskan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut