Tragedi Pesawat MH17, Menlu Negara G7 Desak Rusia Bertanggung Jawab
KUALA LUMPUR, iNews.id - Para menteri luar negeri (menlu) negara G7 meminta Rusia mau bekerja sama dengan Australia dan Belanda untuk mencari jawaban terkait jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 2014.
Pesawat rute Amsterdam-Kuala Lumpur itu jatuh di Ukraina pada 17 Juli 2014 akibat ditembak rudal. Penyelidikan tim independen menyebut, rudal itu bernama BUK milik militer Rusia yang diseberangkan ke Ukraina lalu ditembakkan. Pernyataan ini dikeluarkan sekaligus mengenang tiga tahun peristiwa memilukan tersebut.
Dalam pernyataan bersama, menlu Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, serta perwakilan Uni Eropa, mendesak Prancis mau bekerja sama untuk menuntaskan masalah yang menggantung ini.
"Kami mendukung penuh kerja dari Tim Penyelidikan Bersama (JIT), sebuah tim independen yang dipimpin Belanda, Australia, Belgia, Malaysia, dan Ukraina," bunyi pernyataan itu, dikutip dari The Star, Senin (16/7/2018).
Tolak Penyelidikan Pesawat MH17, Rusia Tak Akan Beri Kompensasi
Dalam pernyataan itu juga dicantumkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2166 yang meminta semua negara bekerja sama secara penuh dengan prinsip akuntabilitas.