Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cekcok Rebutan Lahan Parkir, Pria di Blok M Jaksel Ditusuk
Advertisement . Scroll to see content

Tragedi Halloween, PM Korsel Desak Polisi Jelaskan Respons Petugas usai Terima Panggilan Darurat  

Rabu, 02 November 2022 - 12:36:00 WIB
Tragedi Halloween, PM Korsel Desak Polisi Jelaskan Respons Petugas usai Terima Panggilan Darurat  
Sebanyak 149 orang tewas saat perayaan pesta Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan (Korsel). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Han Duck-soo meminta polisi untuk menjelaskan bagaimana mereka merespons sejumlah panggilan darurat beberapa jam sebelum pesta Halloween maut yang menewaskan lebih dari 150 orang di Itaewon. 

"Polisi harus melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan penjelasan yang jelas dan transparan kepada publik," kata Han pada awal pertemuan satuan tugas tentang bencana yang disiarkan televisi, Rabu (2/11/2022). 

Sebelumnya, bencana pada Sabtu (29/10/2022) malam itu menewaskan 156 dan melukai 172. Sebanyak 33 di antaranya dalam kondisi serius. Sedikitnya 26 warga dari 14 negara termasuk di antara yang tewas.

Awalnya, puluhan ribu anak muda yang bersuka ria memadati jalan-jalan sempit dan gang-gang di distrik Itaewon yang populer. Mereka merayakan Halloween pertama setelah tiga tahun ditiadakan akibat Covid-19. 

"Ketika seseorang menelepon 112, itu adalah situasi yang sangat mendesak dan bantuan polisi atau tindakan sangat dibutuhkan," kata Han, merujuk pada hotline polisi darurat Korsel.

Transkrip panggilan darurat yang dirilis oleh polisi pada Selasa (1/11/2022) menunjukkan peringatan pertama tentang kemungkinan kejadian mematikan kira-kira empat jam sebelum bencana. Penelepon meminta polisi datang ke sebuah gang di mana pengunjung pesta sudah sangat padat.

Polisi menerima 10 panggilan serupa lainnya, dengan para penelepon memohon dengan semakin mendesak dan putus asa. Panggilan terakhir dilakukan hanya beberapa menit sebelum orang-orang di gang sempit dan miring itu mulai berjatuhan.

Transkrip tampaknya mengonfirmasi keterangan saksi yang mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat beberapa polisi mengarahkan lalu lintas di jalan utama. Sayangnya, tidak ada petugas di gang pejalan kaki yang ramai.

Sekitar 100.000 orang diperkirakan berada di Itaewon pada hari Sabtu. Itaewon merupakan daerah yang terkenal dengan perbukitan dan gang-gang sempitnya. 

"Ada 137 petugas polisi di sana pada saat itu," kata pihak berwenang.

Seorang pejabat polisi mengatakan, petugas pergi ke tempat kejadian untuk empat dari 11 panggilan. Tidak segera jelas mengapa mereka tidak mengerahkan petugas pada panggilan lain atau tindakan keamanan apa yang mereka ambil setelah tiba.

Rilis transkrip tersebut memicu kritik terhadap salah langkah yang diambil polisi. Mungkin saja, kesalahan itu menjadi faktor penyebab tragedi tersebut. 

Anggota parlemen oposisi menyerukan pemecatan kepala polisi nasional dan menteri dalam negeri sesegera mungkin.

Komisaris Jenderal Polisi Nasional, Yoon Hee-keun pada Selasa mengakui pengendalian massa di tempat kejadian tidak memadai. Dia menjanjikan penyelidikan internal yang menyeluruh.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut