Tradisi Unik Bulan Puasa di Maroko, Mainkan Alat Musik untuk Bangunkan Sahur
Di kota-kota besar Maroko termasuk Fes, Meknes, dan Marrakech, orang masih menunggu nafar atau tebbal melewati jalanan.
Tradisi Unik Jelang Ramadan, Warga Bersihkan Alat Ibadah di Sumber Mata Air Terbesar di Pasuruan
Namun, terlepas dari revolusi teknologi dalam beberapa dekade terakhir, beberapa orang Maroko masih bergantung pada nafar dan tebbal. Mereka secara sukarela berjalan menyusuri jalan-jalan Maroko untuk membangunkan orang-orang untuk sahur.
Kehadiran pemain terompet dan penabuh genderang tidak spesifik hanya di Maroko. Mereka ditampilkan dalam warisan negara-negara Arab lainnya termasuk Suriah, Emirat, Mesir, Aljazair, dan Tunisia. Orang-orang yang bertugas membangunkan Muslim untuk sahur disebut dengan nama yang berbeda di Timur Tengah, di antaranya 'messaharaty' atau 'mossaharaty'.
Tradisi Unik Sambut Ramadan di Sumbar, Warga Masak Lamang lalu Kumpul Saling Memohon Maaf
Kata itu diterjemahkan sebagai 'orang-orang sahur', mereka membawa gendang atau rebana untuk memecah kesunyian jalanan guna membangunkan orang-orang untuk sahur. Bilal Ibn Rabbah, salah satu sahabat Nabi Muhammad, dianggap sebagai messeharaty pertama dalam sejarah Islam.
Dia diminta oleh nabi untuk berada di jalanan dan membangunkan orang untuk sahur dengan suaranya yang indah sebelum salat subuh. Ibnu Rabah juga dikenal sebagai 'muazin' (pemanggil salat) pertama dalam Islam.
Puluhan Ribu Warga Ikuti Ziarah Kubro, Tradisi Unik Sambut Ramadan di Palembang
Editor: Umaya Khusniah