Tolak Kunjungan Presiden Israel, Ratusan Demonstran Australia Kepung Gedung Parlemen
SYDNEY, iNews.id - Ratusan demonstran mengepung gedung parlemen Australia, Rabu (11/2/2026), untuk menentang kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog. Massa mengibarkan bendera Palestina serta banner bertuliskan slogan-slogan mengecam Israel.
Demonstrasi yang berlangsung sejak Senin (9/2/2026) juga mendapat dukungan dari beberapa politisi, termasuk Senator ACT David Pocock dan pemimpin Partai Hijau Larissa Waters.
Anggota parlemen independen Zali Steggall menggunakan kesempatan itu untuk mendesak Perdana Menteri Anthony Albanese meminta pertanggungjawaban Herzog atas kematian pekerja bantuan Australia Zomi Frankcom di Jalur Gaza.
Frankcom termasuk dari beberapa pekerja bantuan organisasi nirlaba World Central Kitchen yang tewas akibat serangan udara Israel pada April 2024.
Penembakan di Australia, Israel Anggap Diaspora Yahudi Tak Lagi Aman di Negara Barat
Albanese sebelumnya mengatakan telah membahas masalah itu secara langsung dengan Herzog saat keduanya bertemu.
Dia menegaskan Australia mendesak transparansi dari Israel karena penyelidikan atas kematian Frankcom terus berlanjut.
Netanyahu Kaitkan Penembakan saat Perayaan Hari Yahudi di Australia dengan Pengakuan Negara Palestina
“Kami terus mendesak pertanggungjawaban penuh, termasuk tuntutan pidana yang sesuai. Kami akan terus berupaya untuk memastikan transparansi dan tindakan yang tepat,” ujar Albanese.
Demonstrasi terus berlanjut di seluruh Australia menentang kunjungan Herzog sejak kedatangannya pada Senin. Di hari itu ribuan demonstran di Sydney terlibat bentrok dengan polisi.
Herzog berada di Australia dalam kunjungan resmi selama 4 hari. Kunjungannya mendapat pengawalam ketat dari polisi, personel keamanan Israel, serta pengerahan penembak jitu.
Dia bertemu para pemimpin komunitas Yahudi terkait serangan teror di Pantai Bondi, Sydney, pada Desember yang menewaskan 15 orang.
Editor: Anton Suhartono