SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) dilaporkan telah mengirim 8.000 tentara ke Rusia untuk membantu perang melawan Ukraina. Total 10.000 tentara Korut dilaporkan akan ikut berperang di Ukraina, namun pengirimannya bertahap sampai akhir tahun ini.
Pejabat intelijen dan militer Korut melaporkan para tentara itu dibayar 2.000 dolar AS atau sekitar Rp31,5 juta per bulan.
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS) menyatakan, Korut akan mendapat manfaat lain dari pengiriman tentara tersebut, seperti transfer teknologi militer dalam menghadapi ancaman keamanan dari Korsel, Amerika Serikat (AS) ,dan sekutun lainnya.
Manfaat lain adalah pasokan bahan makanan yang sangat dibutuhkan Korut di tengah sanksi internasional serta bencana alam yang mendera negara itu.
Menlu Korut Choe Son Hui Tuduh AS dan Korsel Akan Serang Negaranya Pakai Nuklir
Duta Besar (Dubes) Korsel di Moskow Wi Sung Lac mengatakan kepada surat kabar Korea Herald, kerja sama pengiriman tentara ke Rusia sama sekali bukan hal buruk bagi Korut, bahkan justru sebaliknya.