Terungkap! Pembeli Amonium Nitrat yang Sebabkan Ledakan Besar di Beirut
Telah bekerja di FEM sejak 2008, si juru bicara baru kali itu menjumpai pesanan yang tak pernah sampai. Dia sempat menaruh kecurigaan, pasalnya bahan kimia yang dikirimkan dalam jumlah sangat besar.
"Ini tidak biasa. Ini sama sekali tidak biasa."
"Biasanya, saat Anda memesan apapun yang Anda beli, Anda akan mendapatkan barangnya. Ini dikirim menggunakan kapal, bukan membeli barang dikirim menggunakan pos," pungkasnya.
Ledakan besar di Beirut pada Selasa (4/8/2020) sore menyebabkan 150 orang tewas dan melukai lebih dari 5.000 orang. Insiden mematikan tersebut semakin memicu kemarahan masyarakat yang menuding pemerintah abai dan korup sehingga barang berbahaya bisa berada di pelabuhan dalam waktu lama.
Polisi dan interpol sudah menginterogasi kapten kapal dan pemilik kapal Rhohus guna menggali informasi penting yang bisa mendukung investigasi ledakan.
Editor: Arif Budiwinarto