Terungkap! Motif Penembakan Pendeta di Prancis Bukan Teror, Melainkan Pelampiasan Cemburu
Pelaku mengatakan dirinya menembak pendeta Ortodoks Yunani itu semata ingin melampiaskan kekesalan serta membalas dendam telah berselingkuh dengan istrinya.
Namun dia mengklaim hanya ingin melukai pendeta, bukan membunuhnya, kata jaksa penuntut dikutip dari AFP, Senin (9/11/2020).
Pendeta Nikolaos Kakavelakis (52) tahun diketahui sudah memiliki istri dan telah mengabdikan dirinya di Gereja Ortodoks Lyon selama satu dekade terakhir.
Dia ditembak dari jarak dekat saat sedang mengunci pintu gereja. Dua tembakan dari pelaku mengenai bagian perut yang menyebabkan korban luka serius.
Penembakan pendeta munculkan kekhawatiran aksi teror
Sempat koma, pendeta Nikolaos kini telah siuman dan bisa memberikan kesaksian kepada polisi. Dugaan motif cemburu muncul setelah pendeta memberikan ciri-ciri penyerangnya.
Serangan terhadap pendeta itu terjadi dua hari setelah insiden penikaman yang menewaskan tiga jemaat di sebuah gereja di kota selatan Nice. Penyerangan ini awalnya memunculkan kekhawatiran serangan teror lainnya.
Tetapi, para penyelidik dengan cepat memutuskan bahwa penembakan pendeta Nikolaos tidak terkait dengan motif ideologis apa pun, melainkan kasus kriminal langsung.
Editor: Arif Budiwinarto