Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Potret Prajurit Marinir TNI AL Berhasil Lumpuhkan Musuh, Tentara Australia sampai Terpukau
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Kekejaman Militer Australia Bunuh Puluhan Warga Sipil dan Tahanan Afghanistan

Kamis, 19 November 2020 - 09:02:00 WIB
Terungkap! Kekejaman Militer Australia Bunuh Puluhan Warga Sipil dan Tahanan Afghanistan
Tentara Australia saat bertugas di Afghanistan. (foto: Wikipedia)
Advertisement . Scroll to see content

Kekejaman militer Australia selama di Afghanistan

Campbell juga menyerukan agar beberapa medali layanan terhormat yang diberikan kepada pasukan operasi khusus yang bertugas di Afghanistan antara 2007 dan 2013 dicabut.

Setelah serangan teror 11 September 2001, lebih dari 26.000 personel berseragam Australia dikirim ke Afghanistan untuk bertempur bersama Amerika Serikat dan pasukan sekutu melawan Taliban, Al-Qaeda, dan kelompok ekstrimis Islam lainnya.

Pasukan tempur Australia meninggalkan negara itu pada tahun 2013, tetapi sejak itu muncul laporan perilaku brutal yang dilakukan unit pasukan khusus elite.

Mulai dari laporan tentang tentara yang membunuh seorang anak berusia enam tahun dalam penggerebekan rumah hingga seorang tahanan yang ditembak mati untuk menghemat ruang di dalam helikopter.

Australia berusaha redam pukulan atas fakta yang terungkap

Pemerintah Australia berusaha untuk meredam pukulan dari laporan itu, dengan Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan kepada warga Australia pekan lalu untuk bersiap menghadapi "kebenaran yang jujur ​​dan brutal" terkandung dalam dokumen yang disunting itu.

PM Morrison juga menelepon mitranya di Afghanistan, Rabu kemarin, untuk menegaskan bahwa pemerintahnya sangat serius menanggapi beberapa tuduhan yang menganggu tersebut.

Kantor Presiden Afghanistan, dalam kicauannya menyebut PM Morrison telah mengungkapkan kesedihan yang paling dalam atas kesalahan tersebut.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut