Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri Radikal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Israel Sembunyikan Data Ribuan Tentara Dipecat gegara Gangguan Jiwa akibat Perang Gaza

Kamis, 07 Mei 2026 - 10:10:00 WIB
Terungkap! Israel Sembunyikan Data Ribuan Tentara Dipecat gegara Gangguan Jiwa akibat Perang Gaza
Media Israel mengungkap IDF menyembunyikan data soal pemecatan ribuan tentara selama perang di Gaza akibat gangguan kejiwaan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Sumber-sumber pejabat di departemen kesehatan mental militer yakin, militer memiliki alasan untuk menghindari publikasi data tentang fenomena tersebut karena besarnya skala, khawatir informasi tersebut mengganggu moral publik.

Militer Israel menangani jumlah prajurit yang menderita gangguan psikologis dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak awal perang.

“Pada hari-hari awal, angkatan bersenjata dan Kementerian Pertahanan harus menangani jumlah kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya, melibatkan tentara yang menderita tekanan psikologis berat,” kata Haaretz.

Banyak tentara yang terlibat dalam pertempuran selama pengepungan Gaza melaporkan tekanan mental serius dan mengatakan tidak bisa kembali bertempur.

Angkatan bersenjata secara signifikan meningkatkan jumlah petugas kesehatan mental, mendirikan pusat perawatan khusus, serta merahasiakan angka kasus bunuh diri yang meningkat dari publikasi resmi hingga akhir 2024.

Haaretz mencatat, hingga Juli 2025, berdasarkan data asosiasi Hatzlacha, militer setuju merilis data namun hanya mencakup tahun pertama perang. Berdasarkan data, 7.241 perwira dan tentara diberhentikan selama periode itu karena gangguan kejiwaan.

Sumber pejabat direktorat personalia angkatan bersenjata mengatakan, angka tersebut diyakini sebagai yang tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah militer Israel.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut