Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PM Australia Albanese Tiba di Jakarta, bakal Teken Traktat Keamanan bareng Prabowo
Advertisement . Scroll to see content

Ternyata Australia Selidiki Apakah Warganya Tidur Cukup Setiap Hari

Selasa, 13 November 2018 - 08:29:00 WIB
Ternyata Australia Selidiki Apakah Warganya Tidur Cukup Setiap Hari
Ilustrasi orang yang tidur saat bekerja. (Foto: ABC News)
Advertisement . Scroll to see content

Beberapa penelitian menunjukkan, kerja shift dapat berdampak negatif pada kesehatan dan bahkan memperpendek harapan hidup.

Zimmerman menyebut, penyelidikan akan melihat pekerjaan yang dianggap paling rentan.

"Sekitar 16 persen orang Australia adalah pekerja shift dan banyak dari mereka menjalani profesi, misalnya, pekerjaan mengemudikan kendaraan, di mana mereka membuat keputusan yang berdampak hidup atau mati," katanya.

"Jadi sangat penting bahwa orang-orang dalam profesi itu sadar akan apa yang harus mereka lakukan untuk mendapatkan tidur yang cukup sehingga mereka berkinerja baik."

Sebelumnya, pemerintah memfokuskan pada diet dan kebugaran sebagai prekursor untuk masalah kesehatan. Dia juga menuturkan, ada bukti kuat kurangnya tidur menyebabkan gejala depresi, dan itu merupakan masalah serius.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut