Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Slovenia Larang Pesawat Israel Mendarat di Bandaranya, Kenapa?  
Advertisement . Scroll to see content

Tentara Israel Ramai-Ramai Teken Petisi Setop Perang Gaza, Begini Tanggapan Hamas

Minggu, 13 April 2025 - 03:02:00 WIB
Tentara Israel Ramai-Ramai Teken Petisi Setop Perang Gaza, Begini Tanggapan Hamas
Hamas mengomentari maraknya penandatanganan petisi di kalangan militer dan sipil Israel (Foto: Anadolu)
Advertisement . Scroll to see content

Lebih dari 800 tentara Israel pada Jumat (11/4/2025) menandatangani petisi terbaru mendesak pemerintah untuk mencapai kesepakatan pertukaran tahanan serta mengakhiri perang yang sudah berlangsung sejak 7 Oktober 2023.

Mereka merupakan tentara berbeda dengan 1.000 personel lebih sebelumnya yang meneken surat berisi seruan serupa. Para penandatangan surat itu adalah pilot Angkatan Udara Israel (IAF) cadangan maupun pensiun.

Para tentara yang meneken petisi terbaru tersebut berasal dari berbagai divisi dan spesialisasi di angkatan darat, termasuk unit intelijen 8200, pasukan khusus, serta unit elite seperti Sayeret Matkal, Shayetet, dan Shaldag. Sekitar 20  hingga 30 persen dari tentara yang meneken petisi itu adalah personel cadangan aktif.

Total enam petisi ditandatangani oleh komponen militer dan sipil Israel sejak Kamis lalu. Pertama, surat yang ditandatangani lebih 1.000 personel IAF, disusul kemudian 1.000 akademisi.

Petisi kedua diteken ratusan korps lapis baja dan personel angkatan laut. Ketiga, puluhan dokter militer cadangan, keempat ratusan anggota unit intelijen 8200, kelima hampir 100 dokter militer, dan terakhir ratusan personel dari berbagai unit, termasuk pasukan khusus dan elite.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya mengancam akan memecat tentara aktif yang menandatangani petisi untuk menghentikan perang. Dia juga mendukung langkah IAF untuk memecat pilot aktif yang sudah menandatangani surat itu.

"Penolakan adalah penolakan, bahkan ketika itu tersirat dan diungkapkan dalam bahasa yang halus," kata Netanyahu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut