Temukan Cadangan Gas Alam 320 Miliar Kubik, Turki Tak Lagi Bergantung Suplai Energi dari Rusia
ISTANBUL, iNews.id - Turki optimistis dapat menghapus ketergantungan impor energi setelah menemukan cadangan gas alam sebesar 320 miliar kubik di Laut Hitam pada Jumat (21/8/2020).
Kabar menggembirakan tersebut disampaikan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya di Istana Ottoman, Istanbul. Erdogan menyebut penemuan tersebut sebagai yang terbesar dan dapat mulai beroperasi dua tahun mendatang.
"Turki telah menyadari penemuan gas alam terbesar dalam sejarahnya di Laut Hitam," kata Erdogan dikutip dari Reuters, Sabtu (22/8/2020).
Penemuan ini diyakini akan melepas ketergantungan Turki pada impor energi dari Rusia, Iran dan Azerbaijan. Jika nantinya cadangan gas tersebut bisa diekstraksi, Erdogan optimistis negaranya akan jadi ekportir energi.
Turki Ancam Tutup Kedubes di UEA, Media Saudi Sebut Erdogan 'Munafik'
"Cadangan ini sebenarnya adalah bagian dari sumber yang jauh lebih besar. Insha Allah akan lebih banyak lagi yang datang. Tidak akan ada henti sapai kita menjadi eksportir energi," katanya.
Menteri Energi Turki, Fatih Donmez, menjelaskan cadangan gas alam itu berada di perairan dengan kedalaman 2.100 meter dengan pengeboran hingga 1.400 hingga ke bawah dasar laut.
Militer Yunani Siaga Tingkat Tinggi, Ketegangan dengan Turki Meningkat
"Kami akan turun 1.000 meter lagi. Dan data menunjukkan kami mungkin akan mencapai gas di sana juga," jelasnya.
Selain cadangan gas alam di Laut Hitam, Turki juga melakukan eksplorasi hidrokarbon di kawasan Mediterania. Sayangnya, proyek tersebut justru menuai protes dari Yunani dan Siprus yang juga mengklaim memiliki otoritas di wilayah tersebut.
Serangan Drone Turki Tewaskan 2 Pejabat Militer Irak, Salah Satunya Jenderal
Pekan lalu, kapal survei laut milik Turki bertabrakan dengan kapal perang Yunani yang tengah beroperasi mengamankan wilayah Mediterania.
Editor: Arif Budiwinarto