Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani Boikot Parade Hari Israel
NEW YORK, iNews.id - Wali Kota New YorkZohran Mamdani memboikot Parade Hari Israel yang rutin digelar setiap tahun pada Mei. Sikapnya itu mendapat kecaman organisasi-organisasi Yahudi di Amerika Serikat (AS).
Mamdani pada awal Mei lalu mengonfirmasi tidak akan menghadiri acara tersebut terkait perbedaan pandangan politik. Parade Hari Israel digelar pada 31 Mei mendatang. Padahal wali kota New York sebelumnya tak pernah absen dari acara yang telah digelar sejak 1960-an ini.
Kota New York merupakan rumah bagi populasi Yahudi terbesar di luar Israel. Oleh karena itu warga Yahudi New York memandang parade tahunan tersebut sebagai salah satu sarana untuk menunjukkan solidaritas terhadap Israel.
"Sejak Parade Israel pertama pada 1964, seluruh Wali Kota New York yang menjabat bergabung dalam perayaan meriah tersebut. New York secara historis bangga dengan hubungannya yang mendalam dengan Israel," kata Moshe Davis, mantan pejabat wali kota di bawah pemerintahan Eric Adams, kepada Fox News.
Dia bahkan menuduh Mamdani menghina sejarah Kota New York karena memboikot parade tersebut.
Mamdani pada awal Mei lalu mengonfirmasi tidak akan menghadiri acara tersebut. Parade Hari Israel digelar pada 31 Mei mendatang.
Penyelenggara menyatakan acara tersebut diperkirakan akan menarik jumlah peserta yang memecahkan rekor, sebagai respons atas ketidakhadiran Mamdani.
Mamdani, melalui juru bicaranya, menjelaskan ketidakhadiran dirinya di parade tersebut tak boleh disalahartikan sebagai penolakan untuk memberikan keamanan atau izin.
“Saya berharap dapat bergabung dan menyelenggarakan banyak acara komunitas untuk merayakan kehidupan Yahudi di New York serta sejarah dan budaya Yahudi yang kaya di kota kita," kata politisi Partai Demokrat itu.
Meski tidak menghadiri Parade Hari Israel, dia berupaya memenuhi hak yang sama bagi semua warga New York.
"Prinsip itu selalu membimbing saya," kata wali kota Muslim pertama New York tersebut.
Juru Bicara Gubernur New York Kathy Hochul mengonfirmasi dia akan menggantikan Mamdani berpartisipasi dalam parade tersebut.
Para pemimpin komunitas mengatakan, keputusan Mamdani melanggar tradisi bipartisan Partai Republik dan Partai Demokrat selama beberapa dekade.
Editor: Anton Suhartono