Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Usai Uji Coba Rudal Balistik, Kim Jong Un Siapkan Rencana Perkuat Nuklir Korut Hadapi AS Cs
Advertisement . Scroll to see content

Tangani Wabah Covid-19, Pemerintah Korut Libatkan Militer

Senin, 16 Mei 2022 - 09:48:00 WIB
Tangani Wabah Covid-19, Pemerintah Korut Libatkan Militer
Korut melibatkan militer dalam upaya menangani wabah Covid-19. (Foto: KCNA)
Advertisement . Scroll to see content

PYONGYANG, iNews.id - Pemerintah Korea Utara (Korut) melibatkan militer dalam upaya menangani wabah Covid-19. Tentara ditugaskan untuk menstabilkan pasokan obat. 

Menurut media pemerintah pada Senin (16/5/2022), pemimpin Korut Kim Jong Un memimpin langsung pertemuan darurat politbiro dan memerintahkan pelibatan militer untuk menstabilkan pasokan obat-obatan di Pyongyang. 

Korut mengonfirmasi kasus Covid-19 pertama kalinya pekan lalu. Para ahli khawatir virus dapat menghancurkan negara lantaran persediaan medis yang terbatas dan tidak adanya program vaksin.

Kantor berita negara KCNA melaporkan, pada pertemuan darurat politbiro pada Minggu (15/5/2022), Kim mengkritik sikap kerja yang tidak bertanggung jawab dan kemampuan mengorganisir Kabinet dan sektor kesehatan masyarakat. 

Pasalnya, pemerintah telah memerintahkan pendistribusian cadangan obat-obatan secara nasional. Tetapi Kim mengatakan, obat-obatan yang dibeli oleh negara tidak menjangkau orang-orang secara tepat waktu dan akurat melalui apotek.

Kim memerintahkan agar pasukan dari korps medis tentara dikerahkan untuk segera menstabilkan pasokan obat-obatan di Kota Pyongyang.

KCNA juga melaporkan, Kim mengunjungi apotek yang terletak di dekat Sungai Taedong, Pyongyang. Dia mencari tahu tentang pasokan dan penjualan obat-obatan.

Kim mengatakan apotek tidak dilengkapi fasilitas-fasilitas pendukung dengan baik. Di antaranya tidak ada tempat penyimpanan obat yang memadai selain etalase hingga tenaga penjual tidak dilengkapi dengan pakaian sanitasi yang layak.

Korut mengatakan, sejauh ini, sebagian besar kematian terkait Covid-19 disebabkan orang-orang yang ceroboh dalam meminum obat. Hal itu terjadi karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit infeksi virus varian Omicron dan metode pengobatannya yang benar.

Negara itu melaporkan lebih dari 392.920 orang mengalami demam. Jumlah kematian ada delapan orang. Belum ada datan jumlah kasus yang diduga telah dites positif Covid-19.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut