Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Anjing Pemilik 1,5 Juta Follower Medsos Dikira Hewan Liar, Dibunuh Jadi Santapan Restoran
Advertisement . Scroll to see content

Tak Terima dengan Laporan Pemerkosaan Muslimah Uighur, China Larang Siaran BBC

Jumat, 12 Februari 2021 - 11:46:00 WIB
Tak Terima dengan Laporan Pemerkosaan Muslimah Uighur, China Larang Siaran BBC
Muslim Uighur di Eropa berdemonstrasi di Turki mengecam kebijakan Pemerintah China memasukkan jutaan Muslim Uighur di Negeri Tirai Bambu ke kamp-kamp reedukasi. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id – Saluran televisi Inggris BBC World News, Jumat (12/2/2021), dilarang mengudara di China. Sanksi tersebut dikeluarkan Beijing setelah mengaku keberatan dengan laporan BBC soal kejahatan terhadap Muslim Uighur hingga penanganan Covid-19.

Otoritas penyiaran Radio dan Televisi Nasional China (NRTA) menyatakan, laporan BBC World News terkait Pemerintah China telah melanggar peraturan, termasuk mengabaikan prinsip “jujur dan adil”, telah merugikan kepentingan nasional China.

Oleh karena itu, kata NRTA , saluran BBC World News tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai saluran asing yang diizinkan menyiarkan berita di China. Bahkan, pengajuan perpanjangan izin untuk mengudara selama satu tahun lagi tidak akan diterima.

Pada Jumat (5/2/2021) pekan lalu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menyatakan, pihaknya tidak terima dengan laporan BBC pada Rabu (3/2/2021). BBC mengungkap adanya pemerkosaan dan penyiksaan terhadap Muslimah Uighur dan etnik minoritas lainnya di kamp wilayah Xinjiang, berdasarkan keterangan saksi mata.

Kemlu China memastikan akan ada konsekuensi serius atas laporan itu. Dalam pernyataannya, Kemlu China mengatakan laporan BBC tidak memiliki dasar faktual. Bahkan surat kabar yang didukung Partai Komunis China, Global Times, menyebut BBC telah melanggar etika jurnalistik secara serius.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut