Tak Cuma Jet Tempur, China Juga Gunakan Kapal Pengeruk Pasir untuk Taklukkan Taiwan
TAIPEI, iNews.id – China terus menekan Taiwan dan mengklaim pulau berpenduduk 23 juta jiwa itu sebagai miliknya. Setelah berulang kali mengerahkan jet tempur ke wilayah udara Taiwan, China kini menggunakan senjata lain untuk menaklukkan pesaing utamanya di Asia Timur itu, yakni kapal pengeruk pasir.
Tujuan China menggunakan kapal itu, kata pejabat Taiwan, adalah untuk menekan Taiwan dengan mengikat pertahanan Angkatan Laut Taiwan dan merusak mata pencarian penduduk setempat.
Komandan penjaga pantai yang dikelola lembaga sipil Taiwan, Lin Chie Ming, menangani intimidasi gaya baru yang dilancarkan China. Pada akhir Januari lalu, di Perairan Kepulauan Matsu yang dikelola Taiwan, Lin memimpin patroli mengusir kapal pengeruk pasir China yang melanggar batas perairan Taiwan.
“Mereka mengira daerah ini adalah bagian dari wilayah China. Mereka biasanya pergi setelah kami usir, tapi kembali lagi setelah kami pergi,” ujar Lin, dikutip Reuters, Sabtu (6/2/2021).
China Keluarkan Ancaman Keras: Kemerdekaan Taiwan Berarti Perang!
Pengerukan pasir adalah senjata terbaru yang digunakan China untuk menekan Taiwan—yang disebut-sebut sebagai taktik peperangan zona abu-abu. Taiwan menyebut China menggunakan taktik tidak beraturan itu untuk melemahkan musuh, tanpa pertempuran terbuka yang sesungguhnya.
Sejak Juni 2020, kapal pengeruk pasir China telah berkerumun di sekitar Kepulauan Matsu, menjatuhkan jangkar dan meraup pasir dalam jumlah besar dari dasar laut untuk proyek konstruksi di China.
Gelar Latihan Perang Dekat Wilayah Taiwan, China: Peringatan Serius bagi Pasukan Asing
Pejabat Taiwan dan penduduk Matsu mengatakan, pengerukan itu memiliki dampak korosif, mengganggu ekonomi lokal, merusak kabel komunikasi bawah laut, serta mengintimidasi penduduk dan turis yang datang. Pejabat setempat khawatir pengerukan tersebut merusak ekosistem dan kehidupan laut sekitar.
Selain Kepulauan Matsu—yang dihuni 13.300 penduduk—China juga mengeruk pasir di perairan dangkal dekat garis tengah Selat Taiwan, yang telah lama berfungsi sebagai penyangga yang memisahkan China dan Taiwan.
Tahun lalu, Taiwan mengusir hampir 4.000 kapal pengeruk pasir China dari perairannya. Banyak kapal China yang berlayar mendekati perairan Taiwan tanpa benar-benar masuk, memaksa penjaga pantai untuk selalu waspada.
“(Pengerukan) adalah strategi zona abu-abu yang sudah menjadi karakter China. Bayangkan saja, Anda mengeruk pasir, di satu sisi Anda juga bisa menekan Taiwan, cerdik juga,” ujar Su Tzu Yun, peneliti dari Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan.
Seorang pejabat keamanan Taiwan yang menyelidiki masalah itu mengatakan, pengerukan pasir oleh China adalah bagian dari perang psikologis mereka terhadap Taiwan. Itu serupa dengan apa yang mereka lakukan di wilayah udara barat daya Taiwan, tempat jet tempur China lalu lalang.
Pemerintah China menyatakan, klaim Taiwan bahwa Beijing mengerahkan kapal pengeruk pasir untuk operasi ilegal sangat tidak berdasar. Sementara Dewan Urusan China Daratan di Taipei menyatakan, Partai Komunis China terlibat dalam upaya negeri tirai bambu menekan Taiwan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil