Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Pemicu Konflik AS-Iran Terbaru, Perang Skala Penuh di Depan Mata
Advertisement . Scroll to see content

Taiwan Batal Beli Helikopter Tempur Anti-Kapal Selam dari AS untuk Hadapi China, Ini Alasannya

Kamis, 05 Mei 2022 - 13:34:00 WIB
Taiwan Batal Beli Helikopter Tempur Anti-Kapal Selam dari AS untuk Hadapi China, Ini Alasannya
Taiwan batal membeli helikopter anti-kapal selam MH-60R Sikorsky (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Stinger buatan Raytheon Technologies sangat diminati dalam perang Ukraina. Rudal yang bisa ditembakkan dari pundak itu digunakan untuk merontokkan pesawat-pesawat Rusia. Oleh karena itu, AS mengurangi pasokan untuk negara lain karena kebutuhan yang tinggi di Ukraina.

Meski demikian Chiu menegaskan pemerintah telah menandatangani kontrak pembelian Stinger bahkan membayarnya sehingga akan menekan AS untuk segera mengirimnya.

"Kita tidak melihat penjualan senjata sebagai masalah sepele dan kita punya rencana cadangan," ujarnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Lebih lanjut Chiu menambahkan, AS juga menawarkan senjata alternatif untuk M109A6, yakni peluncur roket berbasis truk atau disebut Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) buatan Lockheed Martin. Namun Chiu masih mempertimbangkan pilihan itu.

Taiwan sedang memodernisasi militernya guna meningkatkan kemampuan dalam menangkis serangan China, termasuk senjata berpresisi tinggi seperti rudal.

Presiden Tsai Ing Wen memperjuangkan konsep perang asimetris dengan China dengan mengembangkan senjata berteknologi tinggi dan mobile sehingga sulit dihancurkan musuh. Sementara itu para pejabat AS mendorong Taiwan untuk memodernisasi militernya sehingga bisa menjadi landak yang sulit diserang China.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut