KHARTOUM, iNews.id – Sudan kembali diguncang kudeta. Sebagian besar menteri dan sejumlah pemimpin partai propemerintah ditangkap militer di Ibu Kota Khartoum, Senin (25/10/2021).
Reuters melansir, pasukan militer dan paramiliter Sudan dikerahkan di seluruh Khartoum untuk membatasi pergerakan warga sipil. Sementara para pengunjuk rasa yang membawa bendera nasional membakar ban di berbagai wilayah kota, menurut laporan seorang saksi mata.
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Bandara Khartoum ditutup dan penerbangan internasional ditangguhkan, menurut saluran TV Alarabiyah yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Sampai berita ini diunggah, belum ada komentar langsung dari militer terkait kudeta itu.
PM Sudan Abdallah Hamdok Jadi Tahanan Rumah usai Dikepung Militer
Sumber anonim yang dikutip stasiun TV al-Hadath mengatakan, Perdana Menteri Sudan, Abdallah Hamdok, menjadi tahanan rumah setelah pasukan militer tak dikenal mengepung kediamannya pada Senin pagi waktu setempat.
Bulan lalu, Sudan juga diguncang oleh upaya kudeta namun gagal. Situasi negeri Afrika itu berada di ujung tanduk menyusul ketegangan hubungan antara kelompok militer dan sipil di negara itu. Perebutan kekuasaan antara kedua kelompok itu makin panas sejak penggulingan mantan Presiden Omar al-Basyir pada 2019.
Arab Saudi dan UEA Kompak Kutuk Upaya Kudeta di Sudan
Basyir lengser dari kursi kekuasaan setelah menghadapi demonstrasi massa selama berbulan-bulan. Transisi politik yang disepakati pascapenggulingan pemimpin Sudan itu sedianya dilanjutkan dengan pemilihan umum pada akhir 2023.
Editor: Ahmad Islamy Jamil