KHARTOUM, iNews.id – Perdana Menteri Sudan, Abdallah Hamdok, menjadi tahanan rumah setelah pasukan militer tak dikenal mengepung kediamannya pada Senin (25/10/2021) pagi. Kabar tersebut terungkap lewat laporan stasiun televisi al-Hadath dengan mengutip sumber anonim.
Menurut media itu, pasukan militer tersebut juga menangkap beberapa elite pemerintahan sipil Sudan pada Senin pagi. Pada saat yang sama, kelompok prodemokrasi terkemuka di negara itu menyerukan masyarakat Sudan agar turun ke jalan untuk melawan kudeta militer.
Pemimpin Militer AS dan Kuba Bertemu di Guantanamo, Apa yang Dibahas?
Sampai berita ini ditulis, belum ada komentar langsung dari militer terkait kabar tentang status tahanan rumah Hamdok. Namun, layanan internet di ibu kota Sudan, Khartoum, tampaknya kini terputus menurut saksi mata Reuters.
Masih menurut sumber yang sama, al-Hadath melaporkan bahwa pasukan militer tak dikenal menangkap empat menteri kabinet Hamdok dan satu anggota sipil dari dewan negara.
Arab Saudi dan UEA Kompak Kutuk Upaya Kudeta di Sudan
Sudan berada di ujung tanduk sejak rencana kudeta yang gagal bulan lalu memicu ketegangan hubungan antara kelompok militer dan sipil di negara itu. Perebutan kekuasaan antara kedua kelompok itu makin panas sejak penggulingan mantan Presiden Omar al-Basyir pada 2019.
Basyir lengser dari kursi kekuasaan setelah menghadapi demonstrasi massa selama berbulan-bulan. Transisi politik yang disepakati pascapenggulingan pemimpin Sudan itu sedianya dilanjutkan dengan pemilihan umum pada akhir 2023.
Upaya Kudeta di Sudan untuk Ciptakan Situasi Tak Aman
Editor: Ahmad Islamy Jamil