Sosok Samuel Rowbotham, Ilmuwan yang Populerkan Bumi itu Datar
Melansir buku ‘Earth Not a Globe’ karya Samuel Rowbotham yang ditulis tahun 1881, istilah Zetetic diambil dari bahasa Yunani, yakni zeteo yang berarti memeriksa atau mencari.
“Alam berbicara kepada kita dalam bahasa yang aneh. Dia selalu menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. Alam terbentang di depan kita sebagai panorama. Mari kita jelajahi dan temukan kesenangan,” kata Rowbotham, dalam bukunya.
Mengenai pandangannya itu, Rowbotham melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Inggris untuk memberikan kuliah di universitas atau institut. Di akhir sesi kuliahnya, Rowbotham akan berdebat dengan pemikir-pemikir cerdas tentang bentuk bumi. Di saat itulah Rowbotham berhasil menarik perhatian penonton untuk setuju dengan pendapatnya.
Gerakan pun Zetetic meluas hingga akhirnya didirikanlah Universal Zetetic Society. Keberadaan gerakan ini mulai tenggelam ketika masa Perang Dunia I.
Ada satu hal yang menarik mengenai kehidupan pribadi Rowbotham. Pada 1861, dia menikahi gadis berusia 15 tahun. Padahal, kala itu usianya sudah menginjak 46 tahun.
Menurut berbagai sumber, dia dikaruinia anak perempuan hasil pernikahannya, namun secara tak sengaja meracuninya dengan obat tertentu. Rowbotham meninggal dunia pada 23 Desember 1884 di London.
Editor: Anton Suhartono