Sosok Saif Al Islam, Putra Eks Pemimpin Libya Muammar Gaddafi yang Ditembak Secara Brutal
JAKARTA, iNews.id - Nama Saif Al Islam Gaddafi kembali mencuat ke permukaan. Putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi itu itu ditembak di rumahnya di Kota Zintan, Selasa (3/2/2026) malam.
Saif Al Islam merupakan putra kedua dari Gaddafi, sosok yang selama puluhan tahun menjadi wajah kekuasaan rezim Jamahiriya sebelum tumbang pada 2011.
Saif Al Islam lahir pada 25 Juni 1972 di Tripoli. Berbeda dengan citra keras sang ayah, Saif sempat dikenal sebagai figur “wajah lunak” rezim Gaddafi.
Dia menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, termasuk meraih gelar doktor filsafat (PhD) dari London School of Economics (LSE). Latar belakang akademiknya membuat Saif kerap dipandang sebagai calon pemimpin Libya yang lebih moderat dan reformis.
Saif Al Islam, Putra Eks Pemimpin Libya Muammar Gaddafi Dibunuh di Rumahnya
Di masa kejayaan Muammar Gaddafi, Saif Al Islam dipersiapkan sebagai penerus politik. Dia aktif dalam Yayasan Gaddafi untuk Pembangunan Internasional, lembaga yang disebut-sebut mendorong reformasi ekonomi, pembukaan hubungan dengan Barat, serta pembebasan sejumlah tahanan politik.
Namun citra reformis itu runtuh saat gelombang Arab Spring melanda Libya pada 2011. Saif Al Islam tampil di televisi nasional dengan pidato keras, membela pemerintahan ayahnya, seraya memperingatkan bahwa Libya akan tenggelam dalam kekacauan jika rezim tumbang.
Pernyataan tersebut membuatnya dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari tindakan represif rezim Gaddafi.