Sosok Pita Limjaroenrat, Pemimpin Muda dan Berani Mendobrak Tabu yang Bakal Jadi PM Thailand
"Lembaga dan norma demokrasi telah dilanggar," katanya.
Sesuai Undang-Undang Lese Majeste, kritik terhadap monarki atau seseorang yang merusak nama baik, menghina atau mengancam raja, ratu, putra mahkota atau bangsawan, maka akan dihukum penjara hingga 15 tahun.
Pada tahun 2020, protes massal yang dipimpin kaum muda meletus dan mengejutkan pemerintah Thailand. Mereka menyerukan perubahan pada militer dan pengaruh monarki Thailand, yang sebelumnya dianggap tidak tersentuh. Lebih dari 240 orang telah didakwa Lese Majeste.
Melansir situs Amnesty, sejak protes pro demokrasi itu, setidaknya 1.895 orang telah dikenai berbagai tuntutan pidana atas keterlibatan mereka. Setidaknya 237 orang telah didakwa Lese Majeste, termasuk 18 anak, per 27 Maret 2023.
UU ini juga membuat seorang remaja 15 tahun ditahan selama lebih dari 40 hari sebelum disidang karena dituduh mengkritik monarki. Gadis itu bergabung dalam protes damai pada 14 Oktober 2022 untuk menyerukan pencabutan hukum Lese Majeste.
Pita menyinggung hal ini pada kampanye terakhirnya Jumat malam. Dia mengatakan, perdebatan yang masuk akal diperlukan.