Sosok Mohsen Fakhrizadeh, Arsitek Nuklir Iran yang Ditakuti Israel
Beberapa analis bahkan membandingkan Fakhrizadeh dengan mantan komandan pasukan elite Qasem Soleimani yang dibunuh oleh pasukan Amerika Serikat di Baghdad pada awal tahun ini.
"Mereka paralel dalam hal senioritas dan prestise di Iran meski melakukan dua hal yang sama sekali berbeda," kata Simon Henderson, pakar Timur Tengah di Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat.
Namun para ahli tentang proliferasi nuklir ragu kematian Fakhrizadeh yang berpengalaman puluhan tahun akan berdampak signifikan pada program senjata kontemporer Iran.
Seperti Soleimani, Fakhrizadeh tumbuh berkembang di masa Revolusi Islam Iran yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi. Dia diperkirakan berusia sekitar 60 tahun saat dibunuh yang berarti usianya sekitar 18 atau 19 tahun saat Revolusi Iran pada 1979.
Setelah revolusi, dia bergabung Korps Garda Revolusi, sebuah kelompok militer yang dibentuk untuk melindungi republik dan menegakkan tujuan ideologis yang ketat.