Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Turki: Israel Tak Ingin Ada Perdamaian
Advertisement . Scroll to see content

Sosok Joe Kent, Pejabat Senior Intelijen AS yang Mundur gegara Menentang Perang Iran

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:26:00 WIB
Sosok Joe Kent, Pejabat Senior Intelijen AS yang Mundur gegara Menentang Perang Iran
Joe Kent, direktur Pusat Kontraterorisme Nasional, mengundurkan diri karena ketidaksetujuannya dengan perang melawan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Joe Kent, direktur lembaga intelijen Amerika Serikat, Pusat Kontraterorisme Nasional, mengundurkan diri karena ketidaksetujuannya dengan perang melawan Iran.

Pekan lalu dia merilis salinan surat pengunduran diri di platform media sosial X, yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump.

“Saya tidak bisa dengan hati nurani yang baik, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent.

“Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi AS yang kuat.”

Pengunduran diri Kent menandai teguran paling menonjol terhadap upaya perang dari dalam pemerintahan Trump.

Namun masalah tak sampai di situ. Usai pengunduran dirinya, Biro Penyelidikan Federal (FBI) menyelidiki Kent atas tuduhan membocorkan rahasia negara.

Dalam pernyataan terbarunya saat kebaktian gereja di Washington, Kent menegaskan mengundurkan diri sebagai Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional karena menentang perang di Iran. Hati nuraninya berkata, dia tidak bisa mengirim orang-orang muda AS untuk mati di medan perang melawan negara asing.

Profil Joe Kent

Pria 45 tahun itu merupakan mantan personel Pasukan Khusus Angkatan Darat AS yang telah menyelesaikan 11 penugasan tempur, termasuk perang AS di Irak.

Istri pertamanya, Shannon Kent, seorang teknisi kriptografi Angkatan Laut AS, tewas di Suriah pada 2019 akibat serangan bom bunuh diri.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut