Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kembangkan Robot AI, Hyundai Gandeng Google DeepMind dan NVIDIA
Advertisement . Scroll to see content

Sophia, Robot Cerdas yang Bakal 'Gantikan' Manusia Mulai Diproduksi Massal Tahun Ini

Senin, 25 Januari 2021 - 10:45:00 WIB
Sophia, Robot Cerdas yang Bakal 'Gantikan' Manusia Mulai Diproduksi Massal Tahun Ini
Sophia,robot canggih yang bisa berperilaku layaknya manusia. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

HONG KONG, iNews.id – Sophia, robot humanoid canggih yang mampu berperilaku layaknya manusia, menjadi terkenal sejak diluncurkan pertama kali pada 2016. Saat ini, perusahaan di balik penciptaan Sophia berkeinginan untuk memproduksi robot tersebut secara massal pada akhir 2021.

“Robot sosial seperti saya dapat merawat orang sakit atau lanjut usia. Saya dapat membantu berkomunikasi, memberikan terapi, dan memberikan stimulasi sosial, bahkan dalam situasi sulit,” ujar robot Sophia yang bisa berbicara, bahkan merespons pertanyaan dari manusia, dalam sebuah tur di labnya di Hong Kong, seperti dikutip Reuters, Senin (25/1/2021).

Hanson Robotics, perusahaan robotika yang berbasis di Hong Kong, akan meluncurkan empat model robot termasuk Sophia dari pabriknya pada paruh pertama 2021. Para peneliti memperkirakan, pandemi Covid-19 akan membuka peluang baru bagi industri robotika.

“Dunia di tengah pandemi Covid-19 akan membutuhkan lebih banyak otomatisasi untuk menjaga keamanan orang-orang,” kata pendiri dan CEO Hanson Robotics, David Hanson.

Dia percaya, solusi yang dihadirkan robot berbasis kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) di tengah pandemi tidak terbatas pada perawatan kesehatan saja. Tetapi, juga dapat membantu industri lain seperti ritel bahkan maskapai penerbangan.

“Robot Sophia dan Hanson unik, karena sangat mirip dengan manusia. Akan bisa sangat berguna selama masa-masa ketika orang-orang sangat kesepian dan terisolasi secara sosial,” kata Hanson.

Hanson mengatakan, dia menargetkan untuk menjual ribuan robot pada 2021, baik besar maupun kecil, meskipun belum menyebutkan jumlah pasti.

Profesor di bidang robotika sosial, Johan Hoorn, yang penelitiannya mencakup Sophia mengatakan bahwa meskipun teknologinya masih dalam tahap awal, pandemi dapat mempercepat hubungan antara manusia dan robot.

“Saya dapat menyimpulkan, pandemi sebenarnya akan membantu kita mendapatkan robot lebih cepat di pasar, karena orang mulai menyadari bahwa tidak ada cara lain,” kata Hoorn, dari Universitas Politeknik Hong Kong.

Selain Sophia, Hanson Robotics juga meluncurkan robot lain tahun ini bernama Grace, yang dikembangkan untuk sektor perawatan kesehatan. Produk dari pemain besar lainnya di industri robotik juga membantu memerangi pandemi. Seperti robot Pepper SoftBank Robotics, yang bisa mendeteksi orang yang tidak memakai masker.

Perusahaan robotika CloudMinds, yang berbasis di China, telah membantu mendirikan rumah sakit lapangan yang dijalankan robot selama wabah virus corona di Wuhan. 

Penggunaan robot memang sudah meningkat sejak sebelum pandemi. Menurut sebuah laporan oleh Federasi Robotika Internasional, penjualan robot layanan profesional di seluruh dunia telah melonjak 32 persen dengan nilai 11,2 miliar dolar AS sepanjang 2018-2019.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut