Somalia Ungkap 3 Motif Berbahaya Israel Akui Kemerdekaan Somaliland, Singgung Palestina
Lebih jauh, Mohamud menyebut Israel memiliki tiga tujuan strategis di balik pengakuan tersebut. Pertama, Israel ingin membangun pangkalan militer di kawasan strategis dekat Teluk Aden dan Laut Merah. Kedua, Israel disebut berupaya membujuk Somaliland agar bersedia menerima pengungsi Palestina. Ketiga, Israel ingin menarik Somaliland untuk menandatangani Perjanjian Abraham.
Mohamud secara tegas menolak rencana apa pun yang berkaitan dengan relokasi warga Palestina, khususnya dari Gaza. Ia menegaskan Somalia tidak akan pernah terlibat dalam skema tersebut.
“Somalia tidak berbatasan dengan Palestina,” katanya, seraya menegaskan pemindahan paksa warga Palestina bukan didorong oleh realitas kawasan, melainkan oleh kebijakan Israel.
Presiden Somalia itu menilai gagasan memindahkan warga Palestina hanyalah ilusi politik dan tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Mohamud menegaskan, pengakuan Israel atas Somaliland merupakan ancaman paling serius yang dihadapi Somalia dalam beberapa tahun terakhir, bahkan lebih besar dibandingkan tantangan panjang negaranya dalam memerangi terorisme.
Meski demikian, dia menyatakan Somalia masih mengedepankan dialog sebagai jalan utama untuk menyelesaikan krisis. Namun, Mohamud tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika kedaulatan dan keamanan nasional Somalia benar-benar terancam.
“Pemerintah akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melawan setiap upaya yang mengganggu kedaulatan Somalia,” ujarnya.
Editor: Anton Suhartono