SMP di Jepang Ini Gelar Wisuda Kelulusan, Pesertanya hanya 1 Siswa
“Semua terjadi begitu cepat. Saya sangat bersyukur karena dapat menikmati kehidupan sekolah berkat dukungan dari guru, keluarga, dan warga di pulau ini,” kata Akino, mengenang kembali 9 tahun masa sekolahnya, seperti dilaporkan kembali The Straits Times.
Menjadi satu-satunya siswa SMP bukan berarti Akino ketinggalan kegiatan ekstrakurikuler. Selama hari olahraga 2022, sekolahnya merekrut 60 orang untuk melengkapi jumlah. Akino mewakili sekolah untuk cabang senam dan tari serta tarik tambang.
“Biasanya hanya saya, jadi ada kalanya saya merasa kesepian. Tapi saya juga menjabat sebagai ketua OSIS dan mengunjungi banyak tempat sebagai perwakilan sekolah, jadi itu pengalaman yang bagus,” katanya.
Laporan Mainichi mengungkap, sekolah itu memiliki siswa terbanyak pada 1964 yakni 91 orang. Jumlah tersebut berangsur menurun seiring bertambahnya usia penduduk pulau itu.
SMP di Oteshima sempat ditutup pada 2013 begitu kakak Akino lulus. Namun dibuka kembali pada 2020 saat dia mendaftar. Dengan lulusnya Akino, SMP tersebut akan ditutup lagi untuk tahun akademik 2023, entah sampai kapan.
Berdasarkan survei pemerintah pada 2022, sebanyak 1.033 dari total 12.012 SMP di Jepang memiliki kurang dari 50 siswa efek menurunnya populasi.
Editor: Anton Suhartono