Siswi SMP Diperkosa lalu Dikubur Hidup-Hidup Tetangganya
NEW DELHI, iNews.id - Remaja perempuan 14 tahun di Distrik Betul, Negara Bagian Madhya Pradesh, India, diperkosa lalu dikubur hidup-hidup oleh pelaku. Nyawanya terselamatkan setelah korban berteriak minta tolong.
Pejabat kepolisian setempat, Simala Prasad, mengatakan, siswi SMP itu diculik di dekat rumahnya, Senin (18/1/2021) sekitar pukul 17.00 waktu setempat oleh pria 35 tahun yang juga tetangganya.
Setelah melampiaskan nafsunya, pelaku memukuli dan melempar korban ke jurang dengan tujuan membunuhnya, namun gagal. Dia lalu memasukkan ke lubang dan menimbunnya dengan batu serta semak berduri sebelum pergi.
Sementara itu keluarga korban curiga putri mereka tak kunjung muncul di rumah pada malam hari setelah keluar pada sore.
Orangtua dan saudara-saudara korban lalu mencarinya. Mereka mendengar suara teriakan dan tangisan dari dasar jurang dekat lahan pertanian milik keluarga.
Pria di India Perkosa Remaja Perempuan di Hadapan Istri, Korban lalu Dibunuh
"Ketika dia tidak kembali setelah beberapa jam, keluarganya mulai mencari. Mereka mendengar teriakan di nullah (jurang), dekat lahan pertanian. Mereka mendatangi arah suara tangisan dan menemukannya masih selamat," kata seorang polisi, Mahendra Chouhan, dikutip dari Times of India, Rabu (20/1/2021).
Korban lalu dibawa ke klinik terdekat, sebelum dirujuk ke Nagpur Medical College, sekitar 200 kilometer dari desanya karena kondisinya yang parah.
Pramugari Diperkosa Bergilir di Hotel saat Pesta Tahun Baru, Pengakuan Tersangka Ini Mengejutkan
Meski kondisinya serius, korban masih bisa memberikan kesaksian dan mengenali pelaku.
"Tim dikirim untuk menangkap tersangka," kata Chouhan.
Polisi menangkap pelaku malam itu juga. Dia didakwa atas pasal pemerkosaan, UU pencegahan tindak kekejaman, dan UU perlindungan anak dari kekerasan seksual.
Pada November 2020, seorang remaja perempuan 16 tahun diperkosa saat mengantar adik laki-lakinya ke toilet umum. Sebulan sebelumnya, seorang gadis 12 tahun hamil setelah berulang kali diperkosa oleh tiga sepupunya.
Editor: Anton Suhartono