Singapura Akhirnya Izinkan Perawat Muslimah Pakai Jilbab
Dia juga menjelaskan untuk kasus institusi pendidikan, semua siswa tetap harus mengenakan seragam yang sama terlepas latar belakang sosial, ras, dan agama. Ada kebutuhan untuk menekankan kesamaan serta meminimalisasi perbedaan. Dengan begitu mereka dapat membangun ikatan.
Hal serupa berlaku di Angkatan Bersenjata Singapura (SAF), Home Team, serta layanan lainnya. Lembaga-lembaga itu harus mempertahankan status quo karena mereka alat negara yang tidak memihak, dipersenjatai, dan sebagai penegak hukum.
Pandangan yang sama awalnya juga berlaku bagi perawat. Pasien di rumah sakit cenderung ingin melihat semua perawat sama karena terkait pelayanan kepada publik. Di sisi lain perawat juga harus merasakan kenyamanan yang sama seperti didapat semua pasien, tanpa memandang ras atau agama.
"Kami tidak ingin perbedaan terlihat dalam pakaian perawat, membuat ini (jilbab) lebih sulit untuk dicapai," kata Lee, seperti dilaporkan The Straits Times.
Namun berdasarkan pengamatan, kata dia, interaksi antar-ras ternyata tetap nyaman di rumah sakit meskipun perawat berjilbab. Sebaliknya para perawat berjilbab juga nyaman berinteraksi dengan pemeluk agama lain.