Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Naikkan Upah Minimum 60 Persen di Tengah Perang dengan AS dan Israel
Advertisement . Scroll to see content

Siapa Ali Larijani, Pejabat Keamanan Tertinggi Iran yang Tewas akibat Serangan Israel?

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:17:00 WIB
 Siapa Ali Larijani, Pejabat Keamanan Tertinggi Iran yang Tewas akibat Serangan Israel?
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Ali Larijani dilaporkan tewas dalam serangan Israel (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Ali Larijani dilaporkan tewas dalam serangan Israel pada Selasa (17/3/2026) dini hari. 

Klaim itu disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, dan diangkat berbagai media di negara Yahudi tersebut.

Sejauh ini Iran belum mengonfirmasi kebenaran tewasnya Larijani. Namun jika kabar tersebut benar, Larijani menjadi pejabat Iran paling senior pemerintah yang terbunuh dalam perang melawan AS-Israel.

Sosok Ali Larijani

Dia diangkat sebagai kepala SNSC pada Agustus 2025 oleh Presiden Masoud Pezeshkian. Selain itu dia menjadi perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Media Iran menyebut Larijani sebagai penasihat Khamenei. Sebelum itu Larijani menjabat sebagai ketua parlemen Iran selama 12 tahun, yakni dari Mei 2008 hingga Mei 2020.

Meski memimpin faksi Principlist di parlemen sejak 2008 hingga 2012, dia tetap digambarkan sebagai "konservatif moderat" dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum menjadi ketua parlemen, Larijani menjabat sebagai kepala negosiator nuklir Iran, tepatnya antara 2005 dan 2007.

Adiknya, Sadegh Larijani, juga merupakan tokoh berpengaruh di Iran. Dia memimpin Dewan Kebijaksanaan, badan arbitrase tingkat atas yang bertindak sebagai penengah terakhir konflik antara parlemen dan badan pengawas konstitusi, Dewan Penjaga Konstitusi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut