Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei
Advertisement . Scroll to see content

Setujukah Warga AS Negaranya Kirim Pasukan ke Ukraina untuk Perang dengan Rusia? Ini Hasil Surveinya

Senin, 14 Februari 2022 - 11:16:00 WIB
Setujukah Warga AS Negaranya Kirim Pasukan ke Ukraina untuk Perang dengan Rusia? Ini Hasil Surveinya
Hasil survei mengungkap mayoritas warga AS menentang pengiriman pasukan ke Ukraina untuk berperang dengan Rusia (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara itu soal dukungan militer untuk Ukraina, 38 persen responden mendukung pengiriman senjata ke Ukraina melawan 31 persen yang menentang kebijakan tersebut dan 31 persen masih ragu. Namun 42 persen dari mereka setuju AS memberikan bantuan keuangan. 

Jajak pendapat publik ini digelar saat AS dan para sekutunya di NATO bersumpah untuk menjatuhkan sanksi berat kepada Rusia dan tidak mengerahkan pasukan ke Ukraina. Pengerahan pasukan memang tak dilakukan ke Ukraina namun negara Eropa Timur lain yang juga dekat dengan Rusia.

Beberapa pejabat AS seperti Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menegaskan, Rusia bisa melakukan serangan ke Ukraina kapan saja.

"Kami telah melihat selama 10 hari terakhir percepatan dramatis dalam penumpukan pasukan Rusia dan disposisi sedemikian rupa sehingga pada dasarnya mereka bisa meluncurkan aksi militer kapan saja,” kata Sullivan.

Rusia berulang kali membantah akan menyerang Ukraina serta menyalahkan AS dan anggota NATO lainnya yang meningkatkan ketegangan di Eropa Timur. Rusia pada Desember 2021 mengirim proposal keamanan ke AS, di antaranya mendesak NATO untuk menentang keanggotaan Ukraina. Namun Blinken bersikeras aliansi tetap membuka pintu bagi calon anggota baru.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut