Setelah Donbas, Wilayah Ukraina Ini Dilaporkan Juga Ingin Bergabung dengan Rusia
Rusia pada April lalu mendeklarasikan bahwa mereka telah memperoleh kendali penuh atas Kherson. Wilayah itu memiliki jalur perhubungan darat dengan Semenanjung Krimea, yang direbut Rusia dari Ukraina pada 2014.
Selain dengan Krimea, Kherson juga terhubung dengan daerah-daerah separatis yang didukung Rusia di bagian timur Ukraina.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sebelumnya mengingatkan Rusia agar menghentikan upaya aneksasi terhadap wilayah Ukraina. Dia mengungkapkan, perundingan damai antara Kiev dan Moskow terancam gagal jika Rusia terus menggunakan “referendum semu” untuk membenarkan pencaplokan di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia yang diduduki.
Pada Maret lalu, Republik Rakyat Luhansk (LPR) di Donbas, wilayah Ukraina yang memproklamasikan diri sebagai negara merdeka, mengungkapkan kemungkinan untuk bergabung dengan Rusia. Mereka pun berencana mengadakan referendum untuk menentukan apakah wilayah tersebut bakal berada di bawah Moskow atau menjadi negara yang berdiri sendiri.
“Saya kira dalam waktu dekat akan diadakan referendum di wilayah republik (Luhansk) ini. Rakyat akan menggunakan hak konstitusional utama mereka dan mengungkapkan pendapat mereka tentang bergabung dengan Federasi Rusia,” kata pemimpin LPR, Leonid Pasechnik, seperti dikutip kembali Reuters, Minggu (27/3/2022).