Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokumen Ungkap Penyebab Kematian Predator Seks Jeffrey Epstein Bukan Bunuh Diri, Dibunuh?
Advertisement . Scroll to see content

Setelah 36 Tahun, Wanita Ini Baru Sadar Lahir dari Benih Dokter Ibunya

Jumat, 06 April 2018 - 04:46:00 WIB
Setelah 36 Tahun, Wanita Ini Baru Sadar Lahir dari Benih Dokter Ibunya
Ilustrasi (Foto: Getty Image)
Advertisement . Scroll to see content

IDAHO, iNews.id - Seorang perempuan di Amerika Serikat (AS) menggugat dokter orang tuanya setelah mengetahui dia bukan berasal benih dari ayahnya selama ini. Hasil tes menunjukkan DNA-nya cocok dengan sang dokter.

Perempuan bernama Kelli Rowlette (36) itu mengirim data DNA-nya untuk diperiksa di Ancestry setelah dia mengendus adanya kecurigaan. Hasilnya membuatnya terkejut karena DNA-nya tidak cocok dengan sang ayah. Misteri ini sudah tersimpan 36 tahun, bahkan ibu dan ayahnya tak menyadari hal ini.

Rowlette menggugat dokter yang kini sudah pensiun itu dengan penipuan, kelalaian medis, tekanan emosi, dan melanggar kontrak, sebagaimana dilaporkan BBC.

Orang tua Rowlette, Sally Ashby dan Howard Fowler, berkonsultasi dengan dokter kandungan Gerald Mortimer di Idaho, sebelum kelahirannya. Pasangan itu menikah pada awal 1980-an dan tinggal di Idaho Falls.

Karena jumlah sperma ayah sedikit dan kondisi rahim ibunya lemah, orang tua Rowlette memilih menjalani prosedur medis inseminasi buatan yakni melibatkan sperma dari ayah dan seorang donor.

Saat itu, Ashby dan Fowler memutuskan bahwa donor spermanya adalah seorang mahasiswa yang tingginya 1,8 meter dengan rambut coklat dan mata berwarna biru.

Namun 3 bulan setelah itu, Mortimer ternyata menggunakan spermanya sendiri untuk proses inseminasi. Pasutri itu menegaskan mereka tidak akan menyetujui prosedur ini jika menggunakan sperma sang dokter.

"Mortimer mengetahui Kelli Rowlette adalah anak biologisnya tapi dia tidak memberi tahu ini kepada Ashby dan Fowler," demikian termaktub dalam dokumen.

Pengacara Rowlette mengatakan kepada media lokal bahwa keluarga memutuskan mempublikasikan kasus ini dengan tujuan untuk meminta pertanggungjawaban pihak terkait atas pelanggaran kepercayaan.

Keluarga juga meminta agar hak privasi mereka dihormati karena mereka fokus pada proses penyembuhan dari trauma ini.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut