Seruan Hati Pasien Korona di Italia: Biarkan Saya Mati di Rumah!
Dan beberapa pasien yang lebih tua menolak ke rumah sakit. Carlo Bertolini, seorang agronomis berusia 76 tahun di Cremona, pada awalnya sangat enggan mencari bantuan, menurut putrinya.
Kisah Penjual Buku Irak yang Bersumpah Tak Akan Hancur Hanya karena Korona
Bertolini, yang hidup sendirian, mulai merasa mual pada awal Maret. Akhirnya, sahabatnya memanggil ambulans yang membawanya ke rumah sakit kota. Ketika berbicara kepada putrinya di telepon dari rumah sakit, dia menggambarkan sejumlah besar pasien dan hiruk-pikuk bangsal.
"Saya merasa seperti sedang berperang," katanya, menurut putrinya, Mara Bertolini.
Kisah Perawat Pasien Virus Korona: Tak Diizinkan Makan, Istirahat atau Pakai Toilet saat Kerja
Carlo kemudian dipindahkan ke unit perawatan intensif di sebuah rumah sakit besar di Milan. Mara dan saudara perempuannya dapat mengunjungi dengan mengenakan pakaian hazmat -topeng, sarung tangan, jas putih- untuk melihatnya melalui jendela unit perawatan intensif.
"Mereka memberi tahu kami bahwa dialah yang memiliki kondisi paling serius di ICU," katanya.
Kisah Pilu Warga Wuhan Bertahan Hidup saat Wabah Virus Korona: Lebih Baik Kami Mati di Rumah