Israel menuduh Hamas memiliki pusat komando di bawah RS al-Shifa, yang merupakan rumah sakit terbesar di Gaza. Zionis juga menuding para pejuang Palestina menggunakan rumah sakit itu dan terowongan di bawahnya untuk menyembunyikan operasi militer dan para tawanan Israel. Namun, Hamas membantah tuduhan itu.
PM Kanada Trudeau Desak Israel Setop Bantai Bayi dan Anak-Anak Gaza
Sementara Amerika Serikat pada Selasa (14/11/2023) kemarin mengatakan, intelijennya juga mendukung kesimpulan Israel tersebut.
Pasukan Israel telah melancarkan pertempuran jalanan yang sengit melawan pejuang Hamas selama 10 hari terakhir, sebelum maju ke pusat Kota Gaza dan sekitar RS al-Shifa.
Miris, 100 Jenazah Terpaksa Dimakamkan di Kompleks RS Al Shifa Gaza dalam Kepungan Israel
Hamas mengatakan, ada 650 pasien dan 5.000 hingga 7.000 warga sipil lainnya yang terjebak di dalam halaman rumah sakit. Mereka bisa kehilangan nyawa akibat tembakan penembak jitu dan drone Israel. Di tengah kekurangan bahan bakar, air, dan persediaan makanan, sebanyak 40 pasien di RS itu meninggal dalam beberapa hari terakhir.
Sementara 36 bayi tertinggal dari bangsal neonatal RS itu, setelah tiga bayi lainnya meninggal. Tanpa bahan bakar generator untuk menyalakan inkubator, bayi-bayi tersebut dijaga agar tetap hangat, dibariskan delapan kali di tempat tidur.