Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Update: Pakistan Klaim Bunuh 100 Lebih Tentara Afghanistan dan Hancurkan 80 Tank-Meriam
Advertisement . Scroll to see content

Serangan Brutal, Pakistan Klaim Bunuh 58 Tentara Afghanistan dan Hancurkan 30 Tank

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:11:00 WIB
Serangan Brutal, Pakistan Klaim Bunuh 58 Tentara Afghanistan dan Hancurkan 30 Tank
Militer Pakistan mengklaim telah menewaskan sedikitnya 58 personel tentara Afghanistan dalam bentrokan terbaru (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

ISLAMABAD, iNews.id - Militer Pakistan mengklaim telah menewaskan sedikitnya 58 personel tentara Afghanistan dalam bentrokan terbaru. Kedua negara terlibat saling serang pada Kamis dan Jumat (26-27/2/2026) dalam pertikaian sengit terbaru.

Stasiun televisi Pakistan Geo News, mengutip sumber-sumber pejabat keamanan, melaporkan lebih dari 100 tentara Afghanistan lainnya luka akibat serangan tersebut.

Militer Pakistan juga mengklaim telah menghancurkan lebih dari 30 tank, meriam artileri, serta kendaraan lapis baja Afghanistan.

Selain itu, militer Pakistan menghancurkan 12 pos perbatasan Afghanistan serta menguasai lima pos lainnya.

Pekan lalu, Pakistan melancarkan serangan udara ke Provinsi Nangarhar dan Paktika, yang menurut otoritas Afghanistan menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Kemudian pada Kamis malam, pemerintah Afghanistan menggelar serangan skala besar sebagai pembalasan. Sasaran serangan adalah pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan.

Sebagai respons, beberapa jam kemudian, Angkatan Udara Pakistan mengerahkan jet-jet tempurnya untuk menyerang kota-kota penting Afghanistan, termasuk Ibu Kota Kabul.

Serangan juga menargetkan gudang amunisi besar di Provinsi Nangarhar.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut