Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Besar M7,3 Guncang Meksiko, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Senjata Tradisional Paling Mematikan yang Ditakuti Dunia, Nomor 1 Dipakai Pejuang Indonesia

Jumat, 03 Desember 2021 - 14:32:00 WIB
Senjata Tradisional Paling Mematikan yang Ditakuti Dunia, Nomor 1 Dipakai Pejuang Indonesia
Senjata tradisional paling mematikan yang ditakuti dunia, salah satunya Urumi asal India (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Senjata itu awalnya dibuat dari dua tanduk kerbau India yang terhubung tegak lurus oleh mistar. Madu digunakan dalam maankombu, seni bela diri India berbasis senjata kuno. Ada beberapa variasi madu, termasuk satu dengan tambahan tip baja dan perisai, membuatnya menjadi senjata efisien.

9. Kakute

Anggota TNI/Polri di Kecamatan Juai saat membantu warga membersihkan areal sungai dari sampah-sampah pascabanjir, Jumat (3/12/2021). (Foto: Antara/Ragil Darmawan)

Kakute merupakan senjata cincin yang biasanya digunakan oleh Kunoichi atau ninja perempuan. Di dalamnya tersimpan bubuk racun sangat mematikan. Kakute biasanya terbuat dari metal atau kayu. 

10. Khopesh

Anggota TNI/Polri di Kecamatan Juai saat membantu warga membersihkan areal sungai dari sampah-sampah pascabanjir, Jumat (3/12/2021). (Foto: Antara/Ragil Darmawan)

Dilihat dari bentuknya, Khopesh lebih mirip pengait daripada pedang. Senjata yang mirip dengan celurit dengan kedua sisi sama tajam ini digunakan orang-orang Mesir kuno. Rata-rata Khopesh memiliki panjang sekitar 50 sampai 60 cm dan dan terbuat dari perunggu atau besi. 

Senjata ini diperkirakan sudah ada sekitar abad ke-3 Sebelum Masehi (SM) dan digunakan sampai 1300.


Artikel ini juga ditayangkan Sindonews dengan judul 'Senjata Tradisional Mematikan, Bentuknya Unik Banget'

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut