Sekolah di Kamerun Diserang Kelompok Bersenjata, 8 Siswa Tewas
Gerakan separatis menjadi lebih radikal dan mengganti nama wilayah itu menjadi Republik Ambazonia yang tidak pernah diakui secara internasional. Strategi mereka di antaranya memboikot sekolah.
"Pemerintah dan masyarakat sipil Anglophone melakukan banyak tekanan kepada kelompok separatis untuk mengizinkan anak-anak mereka kembali ke sekolah dan beberapa yang telah ditutup dalam beberapa tahun terakhir mulai melanjutkan kelas lagi," kata analis senior Kelompok Krisis Internasional (ICG) Kamerun, Arrey Elvis Ntui.
Tahun lalu, dua siswa dibunuh oleh separatis di Buea, Ibu Kota Provinsi Barat Daya. Seorang pejabat mengambarkan serangan itu sebagai pembalasan karena menentang penutupan sekolah secara paksa. Pada 2018, pemberontak membunuh seorang kepala sekolah, memutilasi seorang guru, dan menyerang beberapa sekolah menengah.
Para separatis juga semakin sering menculik, memeras, menyerang tentara dan polisi, serta membakar gedung-gedung fasilitas umum dan sekolah.
Pemerintah merespons serangan itu dengan tindakan keras, mengerahkan ribuan tentara.
Editor: Anton Suhartono