Sejarah Runtuhnya Kekaisaran Rusia, 1.400 Rakyat Mati Sia-sia
Sayangnya, Tsar Alexander III tampaknya tidak mempersiapkan putranya dengan baik untuk mengemban jabatan tertinggi di Rusia yang saat itu tengah dilanda gejolak politik.
Berbagai sumber menyebut bahwa Tsar Nicholas II sebenarnya tidak sepenuhnya siap mangkat menjabat sebagai raja. Caranya memimpin sangat dipengaruhi model pemerintahan sang ayah.
Padahal, Alexander sendiri adalah seorang otokrat yang ketat yang memegang teguh prinsip bahwa Tsar harus memerintah dengan tangan besi. Oleh karena itu, tidak heran jika Kekaisaran Rusia sangat otoriter.
Tsar melarang siapapun di Kekaisaran Rusia berbicara non-Rusia, represif terhadap kebebasan pers, dan sangat keras sehingga membuat lemah institusi politik rakyat.
Nicholas II mewarisi pemerintahan tangan besi sang ayah di tengah kondisi Rusia yang penuh gejolak. Bahkan beberapa hari setelah penobatannya di tahun 1894, terjadi peristiwa berdarah yang menewaskan 1.400 rakyat meninggal karena penyerbuan besar-besaran.